Langsung ke konten utama

Bukan Sekedar Angin Lewat! Ini Dia Kenapa Companion BG3 Sangat Hidup

Dokumentasi Pribadi


Halo Semuanya, sebagai mahasiswa Sastra Inggris yang juga penggemar berat game RPG, aku sering kepikiran soal satu hal, kenapa ada game yang karakternya bisa begitu membekas, sementara yang lain cepat dilupakan?

Kemudian aku coba untuk bermain Baldur’s Gate 3, dan sejak saat itu, game ini terasa sangat beda. Bukan cuma karena dunia fantasinya yang megah atau pilihan-pilihan yang disuguhkan, tapi karena karakter-karakternya terasa seperti manusia nyata. Rasanya seperti punya teman perjalanan yang benar-benar hidup.

Ada beberapa alasan kenapa pengalaman ini terasa sangat kuat. Bukan cuma soal teknis, tapi juga soal bagaimana narasi dan karakter ditulis, disampaikan, dan direspon oleh kita sebagai pemain.

Karakter yang Bisa Dibaca Layaknya Teks Sastra

Sebagai mahasiswa sastra, aku terbiasa “membaca” karakter. Tidak sekadar melihat apa yang mereka lakukan, tapi menafsirkan mengapa mereka melakukan itu. Di Baldur’s Gate 3, karakter-karakternya punya lapisan seperti dalam novel atau drama klasik.

Kita ambil contoh Shadowheart. Di awal pertemuannya, dia terlihat seperti orang yang sangat percaya pada kepercayaannya, misterius, dan sedikit tertutup. Tapi semakin lama kamu bersamanya, semakin jelas bahwa dia menyimpan banyak keraguan akan dirinya sendiri. Pertanyaan tentang identitas, keyakinan, dan luka masa lalu muncul secara perlahan, bukan mendadak.

Dokumentasi Pribadi

..... Dissaproves

Hal paling menyenangkan sekaligus menyebalkan dari companion di BG3 adalah mereka tidak selalu setuju dengan pilihan kita. 

Pernah suatu saat aku mencoba mengambil keputusan moral yang kejam saat memainkan karakter Dark Urge, dan Wyll memutuskan untuk pergi. Bukan cuma karena kecewa, tapi karena dia merasa tidak bisa lagi sejalan dengan prinsipku. Ketika ditinggalkan, rasanya seperti ditinggal teman dekat. 

Sumber: BG3 Wiki


Romance yang berproses

Kalau biasanya romance di video game terasa seperti fitur tambahan, di BG3 semuanya terasa lebih dalam. Hubungan tidak dibangun hanya lewat dialog manis. Ada luka, trauma, ketidakpastian, dan waktu.

Contohnya Karlach, yang awalnya tampak seperti Tielfling yang selalu riang gembira. Tapi semakin dekat, terbuka sisi-sisi gelap dari masa lalunya, sisi yang membuat hubungan dengannya lebih rumit dari sekadar “cinta-cintaan remaja”. Aku sendiri tidak merasa sedang menjalani kisah cinta, tapi mendampingi seseorang yang sedang berjuang memahami masa lalunya.

Sumber: IGN


"This Group Full of Weirdos" 

Voice acting dan animasi ekspresi wajah di BG3 benar-benar luar biasa. Ekspresi mata, nada bicara, jeda dalam dialog semuanya berperan membangun nuansa emosi yang terasa nyata.

Kadang karakter tidak perlu berkata apa pun. Tatapan mereka, postur tubuh mereka, atau cara mereka diam saja sudah cukup untuk menyampaikan perasaan yang sedang mereka pendam. Ini adalah storytelling visual dan suara yang sangat matang, dan sangat jarang ditemukan di game lain.

Mereka Juga Manusia

Yang membuat karakter-karakter di BG3 begitu kuat bukan karena mereka hebat, tapi karena mereka penuh celah. Setiap dari mereka punya masa lalu yang rumit, keputusan keliru, bahkan sisi gelap yang tidak mudah ditebus.

Lae’zel seorang Gith yang keras dan fanatik, tapi juga kebingungan. Karlach tiefling ceria, tapi terus hidup dalam tubuh yang membunuhnya perlahan. Shadowheart ingin selalu percaya, tapi selalu dihantui keraguan. Tidak ada yang sepenuhnya baik atau sepenuhnya jahat. Mereka manusia dan itu membuat mereka terasa relatable.

Dinamika Karakter yang Nyata

Satu aspek kecil tapi sangat berdampak adalah bagaimana para companion ini saling sapa, saling debat, dan saling menanggapi satu sama lain. Ini membuat party terasa seperti kelompok teman sungguhan, bukan hanya orang-orang yang kebetulan bertarung di sisi kita.

Aku seringkali terkesima ketika mendengar bagimana Astarion menyindir Karlach, atau waktu Shadowheart dan Lae’zel terlibat dalam beef mereka. Interaksi kecil ini memperkuat ilusi bahwa mereka hidup, bahwa mereka punya hubungan satu sama lain di luar hubungan mereka dengan kita sebagai player.

Baldur’s Gate 3 membuktikan bahwa video game bisa jadi sarana yang sangat kuat untuk bercerita. Karakter-karakternya tidak hanya mendukung cerita, tapi menjadi inti dari pengalaman emosional pemain. 

Mereka bukan cuma jadi karakter yang lewat begitu saja. Mereka adalah karakter yang akan aku ingat lama, bahkan setelah gamenya selesai.

Kamu punya cerita yang sama? Companion favorit? Atau keputusan yang kamu sesali sampai sekarang? Tulis di kolom komentar ya! 

Komentar

  1. asssikk sang GOTY 2023 kita, emang ga salah lagi kalo jadi GOTY

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bosan Tapi Gak Bisa Move on? Yuk Cari Nuansa Baru Dengan Mod!

     Pernahkah kamu merasa seperti terjebak dalam lingkaran setan? Kamu sudah menghabiskan ratusan jam di sebuah game, setiap sudut peta terasa sudah familiar, setiap dialog sudah ada di luar kepala. rasa bosan mulai tumbuh, tapi entah kenapa, keinginan untuk benar-benar meninggalkan game tersebut terasa berat. Selamat datang di fase "bosan tapi gak bisa move on ", sebuah kondisi yang akrab bagi banyak gamer . Dikutip dari artikel di medium yang dibuat oleh Achen "kalau kamu hanya terpaku pada satu genre, pastinya kamu akan mengalami kejenuhan karena kurangnya keragaman dari geme tersebut."           Daripada memaksakan diri untuk mencari game baru yang mungkin belum tentu cocok, pernahkah kamu mempertimbangkan mod game tersebut? Ya, modifikasi atau mod adalah kunci untuk membuka kembali pintu petualangan baru di game kesayanganmu, memberikan sentuhan segar yang mampu membangkitkan kembali antusiasme yang mulai redup. Mari kita teliti giman...

Indahnya Miami di Trailer Terbaru Grand Theft Auto VI

Rockstar Games      Apakah menurut kamu hidupmu sudah cukup dramatis? Tunggu sampai kamu lihat trailer kedua Grand Theft Auto VI . Rockstar Games datang lagi, bukan untuk bertanya kabar, tapi langsung menampar dunia maya dengan visual ciamik, aksi dramatis, dan nostalgia yang bikin gamer era 2000an tersenyum-senyum sendiri. Dalam trailer berdurasi lebih dari dua menit ini, kita diajak kembali ke Vice City yang ikonik, kali ini dengan sentuhan modern yang lebih segar dan penuh warna. Dibuka dengan Jason yang menjemput Lucia dari penjara, kita langsung disuguhkan dengan atmosfer kota yang sibuk, pantai yang cerah, dan kehidupan malam yang gemerlap. Musik latar seperti "Hot Together" dari The Pointer Sisters dan semakin menambah nuansa dramatis yang disuguhkan oleh Rockstar . Rockstar Games Tak hanya itu! Karakter-karakter yang disuguhkan juga sangatlah menarik seperti  Lucia, sebagai protagonis wanita pertama dalam seri ini, menunjukkan sisi tangguh dan penuh semang...

Berkolaborasi Bersama Bermain D&D

    Dokumentasi Pribadi      Hal ajaib terjadi  ketika sekelompok orang duduk melingkar, membuka character sheet masing-masing , menyiapkan dadu, dan mulai melempar dadu untuk melihat apa yang akan terjadi, itulah awal dari petualangan saya bermain Dungeons & Dragons . Awalnya, aku kira D&D hanya untuk para nerd yang suka dengan dunia fantasi, hafal semua nama-nama spell, dan paham detail tentang aturan yang rumit. Tapi ternyata, lebih dari itu, D&D adalah tentang cerita, kerja sama, dan spontanitas . Dan yang paling menyenangkan? Semuanya dimulai dari imajinasi. Duduk, Ngobrol, Lalu Jadi Pahlawan Pertemuan pertama di sesi kami tidak langsung penuh aksi. Malah lebih mirip seperti perkumpulan anak-anak nakal. Kami awalnya memilih komposisi party kami seperti siapa yang akan jadi Rogue, Cleric, Warlock, dan lain-lain. Aku sendiri memilih jadi seorang Paladin. Yang menarik, selama sesi-sesi awal, kami seringkali improve akan hal apa saja yang ...